28:1
طسٓمٓ ١
Thaa Siin Miim.
القَصَص
Cerita-cerita · Makkiyah · 88 ayat
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Mahaluas dan kekal belas kasih-Nya kepada orang mukmin lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.
Fir’aun Menindas Bani Israil dan Allah Menolong Mereka
طسٓمٓ ١
Thaa Siin Miim.
تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡمُبِينِ ٢
Huruf-huruf pada Al-Qur’an ini membuktikan bahwa Al-Qur’an datang dari Allah.
نَتۡلُواْ عَلَيۡكَ مِن نَّبَإِ مُوسَىٰ وَفِرۡعَوۡنَ بِٱلۡحَقِّ لِقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ٣
Wahai Muhammad, Kami bacakan sebagian kisah Musa dan Fir’aun kepadamu dengan benar, agar peristiwa itu menjadi pelajaran bagi orang-orang mukmin.
إِنَّ فِرۡعَوۡنَ عَلَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَجَعَلَ أَهۡلَهَا شِيَعٗا يَسۡتَضۡعِفُ طَآئِفَةٗ مِّنۡهُمۡ يُذَبِّحُ أَبۡنَآءَهُمۡ وَيَسۡتَحۡيِۦ نِسَآءَهُمۡۚ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ٤
Fir’aun telah berlaku sangat zhalim di negerinya. Dia telah menjadikan rakyatnya terpecah-belah saling bermusuhan. Fir’aun menindas sebagian rakyatnya, menyembelih anak-anak laki-laki mereka, dan membiarkan perempuan-perempuan mereka hidup terhina. Sungguh dia termasuk orang-orang yang melakukan kerusakan di negerinya.
وَنُرِيدُ أَن نَّمُنَّ عَلَى ٱلَّذِينَ ٱسۡتُضۡعِفُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَنَجۡعَلَهُمۡ أَئِمَّةٗ وَنَجۡعَلَهُمُ ٱلۡوَٰرِثِينَ ٥
Kami berkehendak memberikan karunia kepada Bani Israil yang dahulu ditindas oleh Fir'aun di negerinya. Kemudian Kami jadikan Bani Israil sebagai pemimpin-pemimpin di negeri Mesir dan Kami jadikan mereka pewaris kekuasaan Fir'aun.
وَنُمَكِّنَ لَهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَنُرِيَ فِرۡعَوۡنَ وَهَٰمَٰنَ وَجُنُودَهُمَا مِنۡهُم مَّا كَانُواْ يَحۡذَرُونَ ٦
Kami kukuhkan kekuasaan Bani Israil di negeri Mesir. Kami binasakan Fir’aun, Haman, dan sebagian tentara mereka sebagaimana yang selama ini selalu mereka khawatirkan.
Musa Dihanyutkan ke Sungai Nil
وَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰٓ أُمِّ مُوسَىٰٓ أَنۡ أَرۡضِعِيهِۖ فَإِذَا خِفۡتِ عَلَيۡهِ فَأَلۡقِيهِ فِي ٱلۡيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحۡزَنِيٓۖ إِنَّا رَآدُّوهُ إِلَيۡكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ٧
Kami berikan ilham kepada ibu Musa dengan perintah: “Susuilah Musa. Bila kamu khawatir tentang nasib Musa, hanyutkanlah Musa ke sungai Nil. Kamu jangan takut dan jangan bersedih. Sungguh Kami akan mengembalikan Musa kepadamu. Kami akan jadikan Musa sebagai salah seorang rasul.”
فَٱلۡتَقَطَهُۥٓ ءَالُ فِرۡعَوۡنَ لِيَكُونَ لَهُمۡ عَدُوّٗا وَحَزَنًاۗ إِنَّ فِرۡعَوۡنَ وَهَٰمَٰنَ وَجُنُودَهُمَا كَانُواْ خَٰطِـِٔينَ ٨
Kemudian keluarga Fir’aun memungut Musa yang terhanyut di sungai Nil. Musa kelak akan menjadi musuh Fir’aun dan menjadikan dia dan para pembesarnya sedih. Sungguh Fir’aun, Haman, dan tentara-tentara mereka adalah orang-orang yang sangat zhalim.
وَقَالَتِ ٱمۡرَأَتُ فِرۡعَوۡنَ قُرَّتُ عَيۡنٖ لِّي وَلَكَۖ لَا تَقۡتُلُوهُ عَسَىٰٓ أَن يَنفَعَنَآ أَوۡ نَتَّخِذَهُۥ وَلَدٗا وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ٩
Ketika melihat bayi itu, istri Fir’aun berkata: “Semoga bayi ini kelak menyejukkan hatiku dan hatimu. Bayi ini jangan kamu bunuh. Mudah-mudahan ia bermanfaat bagi kita. Bayi ini kita ambil menjadi anak angkat.” Fir’aun dan para pembesarnya tidak menyadari akibatnya.
وَأَصۡبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَىٰ فَٰرِغًاۖ إِن كَادَتۡ لَتُبۡدِي بِهِۦ لَوۡلَآ أَن رَّبَطۡنَا عَلَىٰ قَلۡبِهَا لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١٠
Ibu Musa setelah menghanyutkan bayinya, hatinya sangat khawatir atas nasib bayinya. Ibu Musa nyaris membuka rahasia tentang bayinya, sekiranya Kami tidak teguhkan hatinya. Dengan keteguhan hatinya itu Kami masukkan dia dalam golongan orang mukmin.
وَقَالَتۡ لِأُخۡتِهِۦ قُصِّيهِۖ فَبَصُرَتۡ بِهِۦ عَن جُنُبٖ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ١١
Ibu Musa berkata kepada saudara perempuan Musa: “Susullah Musa.” Saudara perempuan Musa pun mengiringinya dari belakang. Fir’aun dan para pembesarnya tidak menyadari akibat dari memungut bayi Musa.
۞ وَحَرَّمۡنَا عَلَيۡهِ ٱلۡمَرَاضِعَ مِن قَبۡلُ فَقَالَتۡ هَلۡ أَدُلُّكُمۡ عَلَىٰٓ أَهۡلِ بَيۡتٖ يَكۡفُلُونَهُۥ لَكُمۡ وَهُمۡ لَهُۥ نَٰصِحُونَ ١٢
Kami mencegah bayi Musa menyusu pada para perempuan kecuali Ibunya sendiri. Saudara perempuan Musa itu berkata kepada pemungut bayi Musa: “Maukah kalian aku tunjukkan keluarga yang dapat mengasuh bayi itu untuk kalian dan keluarga itu orang yang berlaku baik kepadanya?”
فَرَدَدۡنَٰهُ إِلَىٰٓ أُمِّهِۦ كَيۡ تَقَرَّ عَيۡنُهَا وَلَا تَحۡزَنَ وَلِتَعۡلَمَ أَنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ١٣
Kemudian Kami kembalikan Musa kepada ibunya supaya hatinya tenang dan tidak bersedih. Juga supaya Ibu Musa tahu bahwa janji Allah kepadanya itu benar. Akan tetapi sebagian besar manusia tidak mau menyadari kekuasaan Allah.
Kenabian Musa dan Bekal Pengetahuan untuk Menjadi Rasul
وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَٱسۡتَوَىٰٓ ءَاتَيۡنَٰهُ حُكۡمٗا وَعِلۡمٗاۚ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ ١٤
Ketika Musa dewasa dan dapat berpikir dengan baik, Kami karuniakan kepadanya kenabian dan pengetahuan tentang syari’at nabi-nabi sebelumnya. Demikianlah Kami berikan pahala kepada orang-orang yang telah berbuat baik.
وَدَخَلَ ٱلۡمَدِينَةَ عَلَىٰ حِينِ غَفۡلَةٖ مِّنۡ أَهۡلِهَا فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيۡنِ يَقۡتَتِلَانِ هَٰذَا مِن شِيعَتِهِۦ وَهَٰذَا مِنۡ عَدُوِّهِۦۖ فَٱسۡتَغَٰثَهُ ٱلَّذِي مِن شِيعَتِهِۦ عَلَى ٱلَّذِي مِنۡ عَدُوِّهِۦ فَوَكَزَهُۥ مُوسَىٰ فَقَضَىٰ عَلَيۡهِۖ قَالَ هَٰذَا مِنۡ عَمَلِ ٱلشَّيۡطَٰنِۖ إِنَّهُۥ عَدُوّٞ مُّضِلّٞ مُّبِينٞ ١٥
Musa masuk ke sebuah kota di negeri Mesir saat penduduknya sedang istrirahat siang hari. Musa mendapati di kota itu dua orang laki-laki sedang berkelahi. Yang satu dari Bani Israil, sedang yang lain dari golongan musuhnya. Orang yang dari Bani Israil meminta tolong kepada Musa untuk menghadapi musuhnya. Musa lalu memukul orang itu sampai ia mati. Musa berkata: “Membunuh adalah perbuatan setan. Sungguh setan adalah musuh yang benar-benar menyesatkan manusia.”
قَالَ رَبِّ إِنِّي ظَلَمۡتُ نَفۡسِي فَٱغۡفِرۡ لِي فَغَفَرَ لَهُۥٓۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ١٦
Musa berkata: “Wahai Tuhanku, sungguh aku telah berbuat zhalim kepada diriku. Karena itu, ampunilah aku.” Allah pun mengampuni dosanya. Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.
قَالَ رَبِّ بِمَآ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ فَلَنۡ أَكُونَ ظَهِيرٗا لِّلۡمُجۡرِمِينَ ١٧
Musa berkata: “Wahai Tuhanku, karena Engkau telah memberi karunia kepadaku, janganlah kelak aku kembali menjadi penolong orang-orang yang berbuat dosa.”
فَأَصۡبَحَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ خَآئِفٗا يَتَرَقَّبُ فَإِذَا ٱلَّذِي ٱسۡتَنصَرَهُۥ بِٱلۡأَمۡسِ يَسۡتَصۡرِخُهُۥۚ قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰٓ إِنَّكَ لَغَوِيّٞ مُّبِينٞ ١٨
Musa pun merasa ketakutan berada di kota itu. Dia selalu waspada. Tiba-tiba orang yang kemarin minta tolong kepada Musa, kali ini memanggilnya. Musa berkata kepadanya: “Sungguh kamu adalah orang yang jelas-jelas sesat.”
فَلَمَّآ أَنۡ أَرَادَ أَن يَبۡطِشَ بِٱلَّذِي هُوَ عَدُوّٞ لَّهُمَا قَالَ يَٰمُوسَىٰٓ أَتُرِيدُ أَن تَقۡتُلَنِي كَمَا قَتَلۡتَ نَفۡسَۢا بِٱلۡأَمۡسِۖ إِن تُرِيدُ إِلَّآ أَن تَكُونَ جَبَّارٗا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَمَا تُرِيدُ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلۡمُصۡلِحِينَ ١٩
Ketika Musa ingin memukul orang yang pernah menjadi musuh Bani Israil, musuhnya itu berkata: “Wahai Musa, apakah kamu ingin membunuh aku sebagaimana kemarin kamu membunuh seseorang? Sungguh kamu hanya ingin menjadi orang yang berbuat durhaka di kota ini. Kamu tidak ingin berbuat baik.”
Musa Disarankan Meninggalkan Negeri Mesir
وَجَآءَ رَجُلٞ مِّنۡ أَقۡصَا ٱلۡمَدِينَةِ يَسۡعَىٰ قَالَ يَٰمُوسَىٰٓ إِنَّ ٱلۡمَلَأَ يَأۡتَمِرُونَ بِكَ لِيَقۡتُلُوكَ فَٱخۡرُجۡ إِنِّي لَكَ مِنَ ٱلنَّٰصِحِينَ ٢٠
Seorang laki-laki mukmin dari golongan Fir’aun datang dari pinggir kota menemui Musa. Laki-laki mukmin itu berkata: “Wahai Musa, para pembesar Fir’aun telah membicarakan dirimu. Mereka ingin membunuhmu. Karena itu, pergilah kamu dari kota ini. Aku memberikan nasehat kepadamu dengan ikhlas.”
فَخَرَجَ مِنۡهَا خَآئِفٗا يَتَرَقَّبُۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِي مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ٢١
Musa pun pergi dari kota dengan rasa takut dan penuh waspada. Musa berdo’a: “Wahai Tuhanku, selamatkan aku dari kaum yang berbuat zhalim.”
وَلَمَّا تَوَجَّهَ تِلۡقَآءَ مَدۡيَنَ قَالَ عَسَىٰ رَبِّيٓ أَن يَهۡدِيَنِي سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ ٢٢
Ketika Musa pergi ke negeri Madyan, ia berdo’a: “Mudah-mudahan Tuhanku memberiku jalan yang benar ke negeri Madyan.”
وَلَمَّا وَرَدَ مَآءَ مَدۡيَنَ وَجَدَ عَلَيۡهِ أُمَّةٗ مِّنَ ٱلنَّاسِ يَسۡقُونَ وَوَجَدَ مِن دُونِهِمُ ٱمۡرَأَتَيۡنِ تَذُودَانِۖ قَالَ مَا خَطۡبُكُمَاۖ قَالَتَا لَا نَسۡقِي حَتَّىٰ يُصۡدِرَ ٱلرِّعَآءُۖ وَأَبُونَا شَيۡخٞ كَبِيرٞ ٢٣
Ketika Musa sampai ke mata air di negeri Madyan, ia mendapati sekelompok orang yang sedang memberi minum ternaknya. Musa mendapati dua perempuan di luar kelompok itu karena tidak dapat ikut antri untuk mendapatkan air. Musa bertanya kepada dua perempuan itu: “Mengapa kalian berdua berada di sini?” Mereka menjawab: “Kami tidak dapat ikut antri air untuk memberi minum ternak kami sampai para pengembala laki-laki itu pergi. Bapak kami telah sangat tua, sehingga tidak dapat menggembalakan ternaknya.”
فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰٓ إِلَى ٱلظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَآ أَنزَلۡتَ إِلَيَّ مِنۡ خَيۡرٖ فَقِيرٞ ٢٤
Musa kemudian memberi minum ternak milik kedua perempuan itu. Kemudian dia pergi bernaung di bawah pohon lalu berdo’a: “Wahai Tuhanku, sungguh aku lapar, aku sangat membutuhkan rezeki dari sisi Engkau.”
فَجَآءَتۡهُ إِحۡدَىٰهُمَا تَمۡشِي عَلَى ٱسۡتِحۡيَآءٖ قَالَتۡ إِنَّ أَبِي يَدۡعُوكَ لِيَجۡزِيَكَ أَجۡرَ مَا سَقَيۡتَ لَنَاۚ فَلَمَّا جَآءَهُۥ وَقَصَّ عَلَيۡهِ ٱلۡقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفۡۖ نَجَوۡتَ مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ٢٥
Salah seorang dari dua perempuan itu datang menemui Musa dengan malu-malu. Perempuan itu berkata: “Sungguh bapakku mengundangmu. Bapakku ingin memberi balasan kepadamu, karena kamu telah memberi minum ternak-ternak kami.” Tatkala Musa datang kepada bapak dari perempuan itu, Musa ceritakan kepadanya segala kejadian yang ia alami. Lalu orang tua itu berkata kepada Musa: “Kamu jangan takut. Kamu telah selamat dari kaum yang berbuat zhalim.”
قَالَتۡ إِحۡدَىٰهُمَا يَٰٓأَبَتِ ٱسۡتَـٔۡجِرۡهُۖ إِنَّ خَيۡرَ مَنِ ٱسۡتَـٔۡجَرۡتَ ٱلۡقَوِيُّ ٱلۡأَمِينُ ٢٦
Salah seorang dari dua perempuan itu berkata: “Wahai bapakku tersayang, jadikanlah laki-laki ini pelayan kita. Sungguh sebaik-baik pelayan yang engkau ambil adalah laki-laki yang kuat lagi dapat dipercaya.”
قَالَ إِنِّيٓ أُرِيدُ أَنۡ أُنكِحَكَ إِحۡدَى ٱبۡنَتَيَّ هَٰتَيۡنِ عَلَىٰٓ أَن تَأۡجُرَنِي ثَمَٰنِيَ حِجَجٖۖ فَإِنۡ أَتۡمَمۡتَ عَشۡرٗا فَمِنۡ عِندِكَۖ وَمَآ أُرِيدُ أَنۡ أَشُقَّ عَلَيۡكَۚ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ ٢٧
Bapak dari perempuan itu berkata: “Wahai Musa, aku ingin menikahkan kamu dengan salah seorang anak perempuanku, dengan syarat engkau menjadi pelayanku selama delapan tahun. Jika kamu setuju, kamu boleh memperpanjang dengan suka rela sampai sepuluh tahun. Aku tidak ingin memberatkan kamu. Wahai Musa, insya Allah kamu akan mendapati aku tergolong orang yang baik.”
قَالَ ذَٰلِكَ بَيۡنِي وَبَيۡنَكَۖ أَيَّمَا ٱلۡأَجَلَيۡنِ قَضَيۡتُ فَلَا عُدۡوَٰنَ عَلَيَّۖ وَٱللَّهُ عَلَىٰ مَا نَقُولُ وَكِيلٞ ٢٨
Musa berkata: “Aku setuju dengan perjanjianmu. Mana di antara dua pilihan masa yang dapat aku selesaikan, maka tidak boleh ada permusuhan antara engkau dengan diriku. Allah menjadi saksi atas perjanjian kita.”
Musa Kembali ke Mesir untuk Menda’wahi Fir’aun
۞ فَلَمَّا قَضَىٰ مُوسَى ٱلۡأَجَلَ وَسَارَ بِأَهۡلِهِۦٓ ءَانَسَ مِن جَانِبِ ٱلطُّورِ نَارٗاۖ قَالَ لِأَهۡلِهِ ٱمۡكُثُوٓاْ إِنِّيٓ ءَانَسۡتُ نَارٗا لَّعَلِّيٓ ءَاتِيكُم مِّنۡهَا بِخَبَرٍ أَوۡ جَذۡوَةٖ مِّنَ ٱلنَّارِ لَعَلَّكُمۡ تَصۡطَلُونَ ٢٩
Setelah Musa menyelesaikan masa perjanjiannya, Musa membawa istrinya pulang ke Mesir. Dalam perjalanan, Musa melihat nyala api di atas bukit Thursina. Musa berkata kepada keluarganya: “Tunggulah di sini. Sungguh aku melihat nyala api di atas bukit. Barangkali aku akan dapat memperoleh kabar untuk aku sampaikan kepada kalian atau membawa sesuluh api. Mudah-mudahan dapat kalian pakai berdiang.”
فَلَمَّآ أَتَىٰهَا نُودِيَ مِن شَٰطِيِٕ ٱلۡوَادِ ٱلۡأَيۡمَنِ فِي ٱلۡبُقۡعَةِ ٱلۡمُبَٰرَكَةِ مِنَ ٱلشَّجَرَةِ أَن يَٰمُوسَىٰٓ إِنِّيٓ أَنَا ٱللَّهُ رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٣٠
Tatkala Musa datang ke bukit itu, Kami memanggilnya dari sebelah kanan pohon yang tumbuh di lembah penuh barakah: “Wahai Musa, sesungguhnya Akulah Allah, Tuhan yang menguasai seluruh alam.
وَأَنۡ أَلۡقِ عَصَاكَۚ فَلَمَّا رَءَاهَا تَهۡتَزُّ كَأَنَّهَا جَآنّٞ وَلَّىٰ مُدۡبِرٗا وَلَمۡ يُعَقِّبۡۚ يَٰمُوسَىٰٓ أَقۡبِلۡ وَلَا تَخَفۡۖ إِنَّكَ مِنَ ٱلۡأٓمِنِينَ ٣١
Wahai Musa, lemparkanlah tongkatmu!” Tatkala Musa melihat tongkatnya bergerak seperti ular, ia lari terbirit-birit dan tidak mau lagi menoleh ke belakang. Allah berfirman: “Wahai Musa, kembalilah. Kamu jangan takut. Sungguh kamu termasuk orang-orang yang aman.
ٱسۡلُكۡ يَدَكَ فِي جَيۡبِكَ تَخۡرُجۡ بَيۡضَآءَ مِنۡ غَيۡرِ سُوٓءٖ وَٱضۡمُمۡ إِلَيۡكَ جَنَاحَكَ مِنَ ٱلرَّهۡبِۖ فَذَٰنِكَ بُرۡهَٰنَانِ مِن رَّبِّكَ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَمَلَإِيْهِۦٓۚ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَوۡمٗا فَٰسِقِينَ ٣٢
Wahai Musa, masukkanlah tanganmu ke saku atas bagian dalam bajumu. Lalu ketika telapak tanganmu kamu keluarkan, telapak tanganmu akan memancarkan cahaya putih berkilau. Kempitlah telapak tanganmu agar hilang rasa takutmu. Mukjizat ini adalah bukti kekuasaan Tuhanmu yang ditampakkan kepada Fir’aun dan para pembesarnya. Sungguh Fir’aun dan para pembesarnya adalah kaum yang sangat durhaka.”
Musa Mohon Harun Dijadikan Pembantunya
قَالَ رَبِّ إِنِّي قَتَلۡتُ مِنۡهُمۡ نَفۡسٗا فَأَخَافُ أَن يَقۡتُلُونِ ٣٣
Musa berkata: “Wahai Tuhanku, sungguh aku pernah membunuh seseorang dari kaum Fir’aun. Karena itu, aku takut kalau kaum Fir’aun akan membunuhku.
وَأَخِي هَٰرُونُ هُوَ أَفۡصَحُ مِنِّي لِسَانٗا فَأَرۡسِلۡهُ مَعِيَ رِدۡءٗا يُصَدِّقُنِيٓۖ إِنِّيٓ أَخَافُ أَن يُكَذِّبُونِ ٣٤
Harun saudaraku, lebih fasih lidahnya daripada aku. Karena itu, jadikanlah Harun sebagai utusan-Mu untuk menjadi pendampingku guna menguatkan kebenaran kerasulanku. Sungguh aku takut Fir’aun dan kaumnya mendustakan aku.”
قَالَ سَنَشُدُّ عَضُدَكَ بِأَخِيكَ وَنَجۡعَلُ لَكُمَا سُلۡطَٰنٗا فَلَا يَصِلُونَ إِلَيۡكُمَا بِـَٔايَٰتِنَآۚ أَنتُمَا وَمَنِ ٱتَّبَعَكُمَا ٱلۡغَٰلِبُونَ ٣٥
Allah berfirman: “Wahai Musa, Kami akan menguatkan dirimu dengan Harun saudaramu. Kami akan memberikan mukjizat-mukjizat yang jelas kepada kamu berdua. Fir’aun dan kaumnya tidak akan menangkap kamu berdua. Dengan mukjizat-mukjizat Kami itu kamu berdua selamat. Siapa saja yang mengikuti kamu berdua, mereka akan beruntung.”
فَلَمَّا جَآءَهُم مُّوسَىٰ بِـَٔايَٰتِنَا بَيِّنَٰتٖ قَالُواْ مَا هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ مُّفۡتَرٗى وَمَا سَمِعۡنَا بِهَٰذَا فِيٓ ءَابَآئِنَا ٱلۡأَوَّلِينَ ٣٦
Tatkala Musa datang kepada Fir’aun dan kaumnya dengan mukjizat-mukjizat Kami yang jelas, mereka berkata: “Ini semua hanyalah sihir yang dibuat-buat. Kami tidak pernah mendengar dakwah semacam ini dari nenek moyang kami dahulu.”
وَقَالَ مُوسَىٰ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَن جَآءَ بِٱلۡهُدَىٰ مِنۡ عِندِهِۦ وَمَن تَكُونُ لَهُۥ عَٰقِبَةُ ٱلدَّارِۚ إِنَّهُۥ لَا يُفۡلِحُ ٱلظَّٰلِمُونَ ٣٧
Musa membantah perkataan Fir’aun dan kaumnya: “Tuhanku lebih mengetahui siapa yang membawa hidayah dari sisi-Nya dan siapa yang kelak mendapatkan adzab yang pedih di akhirat. Sungguh orang-orang kafir itu tidak akan beruntung.”
Kecongkakan dan Kedurhakaan Fir’aun
وَقَالَ فِرۡعَوۡنُ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمَلَأُ مَا عَلِمۡتُ لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرِي فَأَوۡقِدۡ لِي يَٰهَٰمَٰنُ عَلَى ٱلطِّينِ فَٱجۡعَل لِّي صَرۡحٗا لَّعَلِّيٓ أَطَّلِعُ إِلَىٰٓ إِلَٰهِ مُوسَىٰ وَإِنِّي لَأَظُنُّهُۥ مِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ٣٨
Fir’aun berkata: “Wahai para pembesar, aku tidak pernah tahu ada Tuhan selain aku untuk kalian. Wahai Hamman, buatlah bangunan tinggi untukku dari batu bata. Aku akan naik ke atas bangunan itu agar dapat melihat tuhan Musa. Sungguh, aku yakin bahwa Musa termasuk orang-orang yang berdusta.”
وَٱسۡتَكۡبَرَ هُوَ وَجُنُودُهُۥ فِي ٱلۡأَرۡضِ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّ وَظَنُّوٓاْ أَنَّهُمۡ إِلَيۡنَا لَا يُرۡجَعُونَ ٣٩
Fir’aun dan tentaranya telah berlaku congkak di negeri Mesir dengan cara-cara bengis. Fir’aun dan tentaranya mengira bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.
فَأَخَذۡنَٰهُ وَجُنُودَهُۥ فَنَبَذۡنَٰهُمۡ فِي ٱلۡيَمِّۖ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلظَّٰلِمِينَ ٤٠
Fir'aun dan tentaranya Kami runtuhkan kekuasaannya. Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Wahai Muhammad, karena itu perhatikan akibat buruk menimpa orang-orang kafir dan musyrik.
وَجَعَلۡنَٰهُمۡ أَئِمَّةٗ يَدۡعُونَ إِلَى ٱلنَّارِۖ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ لَا يُنصَرُونَ ٤١
Kami telah menjadikan Fir’aun dan para pembesarnya sebagai para pemimpin yang mengajak manusia ke neraka. Pada hari kiamat kelak, mereka tidak akan mendapatkan penolong dari siksa neraka.
وَأَتۡبَعۡنَٰهُمۡ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا لَعۡنَةٗۖ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ هُم مِّنَ ٱلۡمَقۡبُوحِينَ ٤٢
Kami timpakan laknat kepada Fir’aun dan para pembesarnya di dunia ini. Pada hari kiamat kelak, mereka termasuk orang-orang yang diadzab di neraka.
Taurat Turun Menjadi Petunjuk bagi Bani Israil
وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ مِنۢ بَعۡدِ مَآ أَهۡلَكۡنَا ٱلۡقُرُونَ ٱلۡأُولَىٰ بَصَآئِرَ لِلنَّاسِ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٗ لَّعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ ٤٣
Sungguh Kami telah memberikan Taurat kepada Musa setelah generasi-generasi sebelum Musa Kami hancurkan. Taurat sebagai bukti kerasulan Musa, petunjuk dan rahmat bagi Bani Israil. Mudah-mudahan Bani Israil mau menaati Allah.
وَمَا كُنتَ بِجَانِبِ ٱلۡغَرۡبِيِّ إِذۡ قَضَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَى ٱلۡأَمۡرَ وَمَا كُنتَ مِنَ ٱلشَّٰهِدِينَ ٤٤
Wahai Muhammad, kamu tidak berada bersama Musa ketika Kami menetapkan dia menjadi rasul di sebelah barat bukit Thursina. Kamu tidak termasuk orang-orang yang menyaksikan kejadian itu.
وَلَٰكِنَّآ أَنشَأۡنَا قُرُونٗا فَتَطَاوَلَ عَلَيۡهِمُ ٱلۡعُمُرُۚ وَمَا كُنتَ ثَاوِيٗا فِيٓ أَهۡلِ مَدۡيَنَ تَتۡلُواْ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِنَا وَلَٰكِنَّا كُنَّا مُرۡسِلِينَ ٤٥
Akan tetapi, sesudah itu Kami ciptakan beberapa generasi. Generasi-generasi itu ada yang hidupnya jauh sesudah Musa, sehingga mereka lupa dengan ajaran Musa. Wahai Muhammad, kamu tidak semasa dengan Musa, saat ia menyampaikan dakwahnya kepada penduduk Madyan sehingga kamu dapat menyaksikan kejadiannya. Akan tetapi, kamu dapat menyampaikan kisah itu kepada kaum Quraisy, karena Kami jadikan kamu sebagai salah seorang rasul Kami.
وَمَا كُنتَ بِجَانِبِ ٱلطُّورِ إِذۡ نَادَيۡنَا وَلَٰكِن رَّحۡمَةٗ مِّن رَّبِّكَ لِتُنذِرَ قَوۡمٗا مَّآ أَتَىٰهُم مِّن نَّذِيرٖ مِّن قَبۡلِكَ لَعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ ٤٦
Wahai Muhammad, kamu pun tidak berada di dekat bukit Thursina ketika Kami memanggil Musa. Akan tetapi, karena kamu diberi wahyu oleh Tuhanmu, maka kamu dapat menyampaikan kepada kaum Quraisy, kaum yang sebelumnya tidak pernah ada seorang rasulpun yang menyampaikan ancaman kepada mereka. Mudah-mudahan kaum Quraisy mau menaati Allah.
وَلَوۡلَآ أَن تُصِيبَهُم مُّصِيبَةُۢ بِمَا قَدَّمَتۡ أَيۡدِيهِمۡ فَيَقُولُواْ رَبَّنَا لَوۡلَآ أَرۡسَلۡتَ إِلَيۡنَا رَسُولٗا فَنَتَّبِعَ ءَايَٰتِكَ وَنَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٤٧
Sekiranya kaum kafir ditimpa adzab karena dosa-dosa mereka sebelum seorang rasul diutus kepada mereka, niscaya mereka berkata: “Wahai Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami, sehingga kami dapat menaati perintah dan larangan-Mu dan kami menjadi orang yang beriman kepada-Mu?”
Orang-Orang Kafir Selalu Mengingkari Al-Qur’an
فَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلۡحَقُّ مِنۡ عِندِنَا قَالُواْ لَوۡلَآ أُوتِيَ مِثۡلَ مَآ أُوتِيَ مُوسَىٰٓۚ أَوَلَمۡ يَكۡفُرُواْ بِمَآ أُوتِيَ مُوسَىٰ مِن قَبۡلُۖ قَالُواْ سِحۡرَانِ تَظَٰهَرَا وَقَالُوٓاْ إِنَّا بِكُلّٖ كَٰفِرُونَ ٤٨
Tatkala Al-Qur’an datang dari sisi Kami kepada kaum kafir Quraisy, mereka berkata: “Mengapa Al-Qur’an tidak diturunkan kepada Muhammad sekaligus seperti Taurat yang diturunkan kepada Musa?” Allah berfirman: “Bukankah kaum kafir pada zaman Musa dahulu juga mengingkari Taurat yang dibawa Musa?” Kaum kafir Quraisy berkata: “Taurat dan Al-Qur’an adalah dua kitab sihir yang saling menguatkan kebohongan.” Kaum kafir Quraisy berkata: “Kami tetap kafir kepada kerasulan Musa dan Muhammad.”
قُلۡ فَأۡتُواْ بِكِتَٰبٖ مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِ هُوَ أَهۡدَىٰ مِنۡهُمَآ أَتَّبِعۡهُ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٤٩
Wahai Muhammad, katakanlah: “Datangkanlah sebuah kitab dari sisi Allah yang lebih benar daripada Taurat dan Al-Qur’an. Aku akan mengikuti kitab itu jika kalian memang benar-benar dapat mendatangkannya.”
فَإِن لَّمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَكَ فَٱعۡلَمۡ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهۡوَآءَهُمۡۚ وَمَنۡ أَضَلُّ مِمَّنِ ٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ بِغَيۡرِ هُدٗى مِّنَ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ٥٠
Wahai Muhammad, jika kaum kafir Quraisy tidak dapat menjawab tantanganmu, maka ketahuilah sesungguhnya kaum kafir Quraisy itu hanya mengikuti hawa nafsu mereka. Wahai Muhammad, katakanlah kepada mereka: “Siapakah yang lebih sesat daripada orang-orang yang mengikuti kemauannya tanpa mengindahkan petunjuk dari Allah? Sungguh Allah tidak akan memberi hidayah kepada kaum yang mengingkari rasul-Nya.”
۞ وَلَقَدۡ وَصَّلۡنَا لَهُمُ ٱلۡقَوۡلَ لَعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ ٥١
Sungguh Kami telah menurunkan Al-Qur’an secara berangsur-angsur kepada kaum Quraisy, agar mereka mau memperhatikan dan mengimaninya.
Ada Kaum Yahudi dan Nasrani yang Beriman kepada Nabi Muhammad
ٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلِهِۦ هُم بِهِۦ يُؤۡمِنُونَ ٥٢
Umat yang telah Kami beri Kitab suci sebelum Al-Qur’an ada yang mau beriman kepada Al-Qur’an.
وَإِذَا يُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِهِۦٓ إِنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّنَآ إِنَّا كُنَّا مِن قَبۡلِهِۦ مُسۡلِمِينَ ٥٣
Ketika ayat-ayat Al-Qur’an dibacakan kepada kaum Yahudi dan Nasrani, ada di antara mereka yang berkata: “Kami beriman kepada Al-Qur’an. Sungguh Al-Qur’an ini benar-benar turun dari Tuhan kami. Sungguh kami sudah menjadi muslim sebelum Al-Qur’an turun.”
أُوْلَٰٓئِكَ يُؤۡتَوۡنَ أَجۡرَهُم مَّرَّتَيۡنِ بِمَا صَبَرُواْ وَيَدۡرَءُونَ بِٱلۡحَسَنَةِ ٱلسَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ ٥٤
Kaum Yahudi dan Nasrani yang beriman kepada Al-Qur’an, di akhirat kelak diberi pahala dua kali lipat, karena kesabaran mereka menghadapi segala macam ujian keimanan. Mereka telah membalas perkataan-perkataan buruk kaum musyrik dengan sikap baik. Mereka telah mendermakan sebagian dari rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka.
وَإِذَا سَمِعُواْ ٱللَّغۡوَ أَعۡرَضُواْ عَنۡهُ وَقَالُواْ لَنَآ أَعۡمَٰلُنَا وَلَكُمۡ أَعۡمَٰلُكُمۡ سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡ لَا نَبۡتَغِي ٱلۡجَٰهِلِينَ ٥٥
Kaum Yahudi dan Nasrani yang beriman, ketika mendengar celaan-celaan kaum musyrik, mereka membiarkannya. Mereka berkata: “Kami akan mendapatkan pahala dari Allah atas amal kami. Kalian juga akan mendapatkan adzab atas amal buruk kalian. Selamat berpisah dengan kalian. Kami tidak akan bergaul dengan orang-orang yang mengabaikan kebenaran.”
Hanya Allah yang Dapat Memberi Hidayah
إِنَّكَ لَا تَهۡدِي مَنۡ أَحۡبَبۡتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهۡدِي مَن يَشَآءُۚ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ ٥٦
Wahai Muhammad, kamu tidak akan dapat memberi hidayah kepada orang yang kamu cintai. Hanya Allah lah yang memberi hidayah kepada orang yang mengimani agama-Nya. Allah Maha Mengetahui siapa yang berhak diberi hidayah.
وَقَالُوٓاْ إِن نَّتَّبِعِ ٱلۡهُدَىٰ مَعَكَ نُتَخَطَّفۡ مِنۡ أَرۡضِنَآۚ أَوَلَمۡ نُمَكِّن لَّهُمۡ حَرَمًا ءَامِنٗا يُجۡبَىٰٓ إِلَيۡهِ ثَمَرَٰتُ كُلِّ شَيۡءٖ رِّزۡقٗا مِّن لَّدُنَّا وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ٥٧
Kaum musyrik Quraisy berkata kepada Rasul: "Jika kami mengikuti Islam bersama kamu, kami akan diusir dari Makkah.” Wahai Muhammad, bukankah sejak dahulu Kami telah menjadikan Makkah ini tempat yang aman bagi mereka? Mereka diberi segala macam buah-buahan sebagai rezeki dari Kami. Akan tetapi sebagian besar kaum Quraisy tidak mau menyadari nikmat Kami.
Kaum yang Belum Kedatangan Rasul Tidak akan Diadzab
وَكَمۡ أَهۡلَكۡنَا مِن قَرۡيَةِۭ بَطِرَتۡ مَعِيشَتَهَاۖ فَتِلۡكَ مَسَٰكِنُهُمۡ لَمۡ تُسۡكَن مِّنۢ بَعۡدِهِمۡ إِلَّا قَلِيلٗاۖ وَكُنَّا نَحۡنُ ٱلۡوَٰرِثِينَ ٥٨
Amat banyak negeri yang telah Kami binasakan. Kehidupan di negeri-negeri itu awalnya aman dan sejahtera, kemudian hancur berantakan. Negeri-negeri kaum yang durhaka itu tidak lagi ada yang dapat ditinggali kecuali sedikit. Setelah negeri-negeri itu hancur, Kamilah yang mewarisi negeri-negeri itu.
وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهۡلِكَ ٱلۡقُرَىٰ حَتَّىٰ يَبۡعَثَ فِيٓ أُمِّهَا رَسُولٗا يَتۡلُواْ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِنَاۚ وَمَا كُنَّا مُهۡلِكِي ٱلۡقُرَىٰٓ إِلَّا وَأَهۡلُهَا ظَٰلِمُونَ ٥٩
Wahai Muhammad, Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri itu sebelum umat di ibu kota negeri-negeri itu kedatangan seorang rasul untuk membacakan ayat-ayat Kitab suci Kami kepada mereka. Kami hanya membinasakan negeri-negeri yang penduduknya berbuat syirik dan kafir.
Kehidupan Duniawi Bagaikan Fatamorgana
وَمَآ أُوتِيتُم مِّن شَيۡءٖ فَمَتَٰعُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَزِينَتُهَاۚ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ خَيۡرٞ وَأَبۡقَىٰٓۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ٦٠
Harta benda apa pun yang telah dikaruniakan kepada kalian, semua itu hanyalah kesenangan dan perhiasan hidup sementara di dunia. Pahala di akhirat yang ada di sisi Allah jauh lebih baik dan lebih kekal. Wahai manusia, tidakkah kalian mau berpikir?
أَفَمَن وَعَدۡنَٰهُ وَعۡدًا حَسَنٗا فَهُوَ لَٰقِيهِ كَمَن مَّتَّعۡنَٰهُ مَتَٰعَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا ثُمَّ هُوَ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ مِنَ ٱلۡمُحۡضَرِينَ ٦١
Orang mukmin yang di akhirat kelak mendapatkan pahala yang Kami janjikan, apakah sama dengan orang yang hanya Kami beri kesenangan hidup sementara di dunia ini, tetapi pada hari kiamat kelak ia didatangi malaikat untuk disiksa?
Setiap Manusia akan Dimintai Tanggung Jawabnya oleh Allah
وَيَوۡمَ يُنَادِيهِمۡ فَيَقُولُ أَيۡنَ شُرَكَآءِيَ ٱلَّذِينَ كُنتُمۡ تَزۡعُمُونَ ٦٢
Ingatlah ketika di akhirat Allah memanggil orang-orang musyrik. Allah berfirman: “Wahai orang-orang musyrik, dimanakah tuhan-tuhan yang dahulu kalian sembah selain Aku dan kalian yakini bahwa yang kalian lakukan itu benar?”
قَالَ ٱلَّذِينَ حَقَّ عَلَيۡهِمُ ٱلۡقَوۡلُ رَبَّنَا هَٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَغۡوَيۡنَآ أَغۡوَيۡنَٰهُمۡ كَمَا غَوَيۡنَاۖ تَبَرَّأۡنَآ إِلَيۡكَۖ مَا كَانُوٓاْ إِيَّانَا يَعۡبُدُونَ ٦٣
Para tokoh kaum musyrik yang sudah pasti mendapatkan adzab di akhirat berkata: “Wahai Tuhan kami, kami dahulu di dunia sesat. Para pengikut kami yang sesat di dunia dahulu, kamilah yang menyesatkan mereka. Tetapi sekarang kami tidak mau bertanggung jawab kepada-Mu atas perbuatan mereka menyembah tuhan-tuhan selain Engkau. Sebab sebenarnya mereka melakukan itu hanya mengikuti hawa nafsu mereka sendiri, bukan karena mereka taat kepada kami.”
وَقِيلَ ٱدۡعُواْ شُرَكَآءَكُمۡ فَدَعَوۡهُمۡ فَلَمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَهُمۡ وَرَأَوُاْ ٱلۡعَذَابَۚ لَوۡ أَنَّهُمۡ كَانُواْ يَهۡتَدُونَ ٦٤
Dikatakan kepada kaum musyrik: “Panggillah tuhan-tuhan yang dahulu kalian sembah selain Allah.” Kaum musyrik pun memanggil tuhan-tuhan mereka itu. Tetapi ternyata tuhan-tuhan mereka itu tidak menjawab panggilan mereka. Ketika kaum musyrik menyaksikan adzab di depan mata, mereka berharap sekiranya di dunia dahulu mengikuti Islam.”
وَيَوۡمَ يُنَادِيهِمۡ فَيَقُولُ مَاذَآ أَجَبۡتُمُ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ٦٥
Pada hari kiamat kelak, Allah memanggil kaum musyrik, lalu berfirman: “Mengapa kalian dahulu tidak mengikuti ajakan para rasul Kami?”
فَعَمِيَتۡ عَلَيۡهِمُ ٱلۡأَنۢبَآءُ يَوۡمَئِذٖ فَهُمۡ لَا يَتَسَآءَلُونَ ٦٦
Pada hari kiamat, kaum musyrik tidak mampu memberikan alasan atas perbuatan syirik yang mereka lakukan, karena mereka dahulu menutup hati mereka. Pada hari kiamat ini mereka tidak dapat saling bertanya.
فَأَمَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا فَعَسَىٰٓ أَن يَكُونَ مِنَ ٱلۡمُفۡلِحِينَ ٦٧
Adapun orang yang bertaubat, beriman, dan beramal shalih, mudah-mudahan dia masuk golongan orang yang mendapat keselamatan di akhirat.
Hanya Allah yang Berhak Membuat Ketetapan
وَرَبُّكَ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُ وَيَخۡتَارُۗ مَا كَانَ لَهُمُ ٱلۡخِيَرَةُۚ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ٦٨
Wahai Muhammad, Tuhanmu menciptakan apa saja yang Dia kehendaki. Tuhanmu pula yang memilihkan agama yang benar bagi manusia. Manusia tidak punya hak menetapkan agama selain agama Allah. Allah Mahasuci lagi Mahatinggi dari semua tuhan yang disembah oleh kaum musyrik.
وَرَبُّكَ يَعۡلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمۡ وَمَا يُعۡلِنُونَ ٦٩
Wahai Muhammad, Tuhanmu mengetahui apa saja yang tersembunyi di hati manusia dan apa saja yang mereka nyatakan dengan mulut mereka.
وَهُوَ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ لَهُ ٱلۡحَمۡدُ فِي ٱلۡأُولَىٰ وَٱلۡأٓخِرَةِۖ وَلَهُ ٱلۡحُكۡمُ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ٧٠
Tuhan yang sebenarnya adalah Allah. Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Segala ungkapan puji dan syukur hanyalah berhak ditujukan kepada Allah, baik di dunia maupun di akhirat. Hanya Allah yang membuat semua ketetapan dan hanya kepada-Nyalah kalian dikembalikan.
Bukti-Bukti Kebenaran tentang Allah Maha Terpuji
قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِن جَعَلَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمُ ٱلَّيۡلَ سَرۡمَدًا إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ مَنۡ إِلَٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِ يَأۡتِيكُم بِضِيَآءٍۚ أَفَلَا تَسۡمَعُونَ ٧١
Wahai Muhammad, katakanlah kepada semua manusia: “Apa pendapat kalian sekiranya Allah menjadikan malam terus-menerus sampai hari kiamat? Adakah tuhan selain Allah yang dapat menciptakan siang bagi kalian? Mengapa kalian tidak mau mendengarkan seruanku?”
قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِن جَعَلَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمُ ٱلنَّهَارَ سَرۡمَدًا إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ مَنۡ إِلَٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِ يَأۡتِيكُم بِلَيۡلٖ تَسۡكُنُونَ فِيهِۚ أَفَلَا تُبۡصِرُونَ ٧٢
Wahai Muhammad, katakanlah kepada semua manusia: “Bagaimana pendapat kalian sekiranya Allah menjadikan siang terus-menerus sampai hari kiamat? Adakah tuhan selain Allah yang dapat menciptakan malam bagi kalian untuk beristirahat? Mengapa kalian tidak mau memikirkan kebenaran seruanku?”
وَمِن رَّحۡمَتِهِۦ جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ لِتَسۡكُنُواْ فِيهِ وَلِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ٧٣
Hanya karena rahmat Tuhanmu, Allah menjadikan malam dan siang bergilir bagi kalian, agar kalian dapat beristirahat dan mencari karunia-Nya, dan agar kalian dapat mempergunakan nikmat-Nya pada jalan yang diridhai-Nya.
Hawa Nafsu Manusia Mendorong Berbuat Syirik
وَيَوۡمَ يُنَادِيهِمۡ فَيَقُولُ أَيۡنَ شُرَكَآءِيَ ٱلَّذِينَ كُنتُمۡ تَزۡعُمُونَ ٧٤
Pada hari kiamat, Tuhan memanggil kaum musyrik, lalu berfirman: “Di manakah tuhan-tuhan selain Aku yang di dunia dahulu kalian sekutukan dengan Aku, dan kalian yakini dapat menolong kalian dari siksa neraka?”
وَنَزَعۡنَا مِن كُلِّ أُمَّةٖ شَهِيدٗا فَقُلۡنَا هَاتُواْ بُرۡهَٰنَكُمۡ فَعَلِمُوٓاْ أَنَّ ٱلۡحَقَّ لِلَّهِ وَضَلَّ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ ٧٥
Di hari kiamat, setiap rasul yang Kami utus kepada umatnya akan Kami hadirkan sebagai saksi. Kemudian Kami berfirman: “Wahai kaum musyrik, apa alasan kalian berbuat syirik dan dosa ketika hidup di dunia dahulu?” Ternyata mereka tidak dapat menjawab, maka sadarlah mereka bahwa yang berhak disembah hanyalah Allah. Tuhan-tuhan yang biasa mereka sembah selain Allah, di akhirat kelak lenyap.
Kisah Qarun dan Kekayaannya
۞ إِنَّ قَٰرُونَ كَانَ مِن قَوۡمِ مُوسَىٰ فَبَغَىٰ عَلَيۡهِمۡۖ وَءَاتَيۡنَٰهُ مِنَ ٱلۡكُنُوزِ مَآ إِنَّ مَفَاتِحَهُۥ لَتَنُوٓأُ بِٱلۡعُصۡبَةِ أُوْلِي ٱلۡقُوَّةِ إِذۡ قَالَ لَهُۥ قَوۡمُهُۥ لَا تَفۡرَحۡۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡفَرِحِينَ ٧٦
Qarun adalah salah seorang kaum Musa. Qarun telah berlaku durhaka kepada kaumnya. Kami telah memberikan kepadanya harta kekayaan yang banyak, sehingga sejumlah orang yang kuat tidak mampu memikul kunci-kunci gudangnya. Lalu kaum Qarun mengingatkan dia: “Wahai Qarun, janganlah kamu merasa bangga dengan hartamu yang banyak itu. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang berlaku congkak karena banyak harta.
وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَاۖ وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ٧٧
Wahai Qarun, karunia yang Allah berikan kepada kamu, gunakanlah untuk mencari pahala di akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan keperluan hidupmu di dunia. Karena Allah telah memberikan harta yang banyak kepadamu, maka berdermalah kamu dengan hartamu itu kepada orang lain. Wahai Qarun, janganlah kamu gunakan hartamu untuk berbuat dosa di muka bumi. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang suka berbuat dosa di muka bumi.”
قَالَ إِنَّمَآ أُوتِيتُهُۥ عَلَىٰ عِلۡمٍ عِندِيٓۚ أَوَلَمۡ يَعۡلَمۡ أَنَّ ٱللَّهَ قَدۡ أَهۡلَكَ مِن قَبۡلِهِۦ مِنَ ٱلۡقُرُونِ مَنۡ هُوَ أَشَدُّ مِنۡهُ قُوَّةٗ وَأَكۡثَرُ جَمۡعٗاۚ وَلَا يُسۡـَٔلُ عَن ذُنُوبِهِمُ ٱلۡمُجۡرِمُونَ ٧٨
Qarun berkata: “Sesungguhnya harta ini aku peroleh semata-mata karena kepandaianku berusaha.” Qarun tidak mau menyadari bahwa beberapa umat sebelumnya yang lebih kaya dan lebih kuat telah dibinasakan oleh Allah karena dosa-dosa mereka. Orang-orang yang berbuat dosa itu tidak lagi ditanya saat mereka dimasukkan ke neraka.
فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوۡمِهِۦ فِي زِينَتِهِۦۖ قَالَ ٱلَّذِينَ يُرِيدُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا يَٰلَيۡتَ لَنَا مِثۡلَ مَآ أُوتِيَ قَٰرُونُ إِنَّهُۥ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٖ ٧٩
Qarun keluar mendatangi kaumnya dengan pakaian kebesarannya. Orang-orang yang terpesona oleh kehidupan dunia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kami memperoleh harta sebanyak yang diperoleh Qarun. Sungguh, ia mempunyai nasib yang sangat beruntung.”
وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ وَيۡلَكُمۡ ثَوَابُ ٱللَّهِ خَيۡرٞ لِّمَنۡ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحٗاۚ وَلَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ٱلصَّٰبِرُونَ ٨٠
Orang-orang yang hidup zuhud lagi mengharapkan pahala akhirat berkata kepada orang-orang yang terpesona oleh kehidupan dunia itu: “Kalian adalah orang-orang yang celaka. Pahala Allah di akhirat lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Pahala akhirat itu hanya diberikan kepada orang-orang yang sabar menghadapi ujian Allah di dunia.”
فَخَسَفۡنَا بِهِۦ وَبِدَارِهِ ٱلۡأَرۡضَ فَمَا كَانَ لَهُۥ مِن فِئَةٖ يَنصُرُونَهُۥ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلۡمُنتَصِرِينَ ٨١
Qarun dan tempat tinggalnya di negeri Mesir Kami binasakan. Dia tidak memiliki kelompok yang dapat menolongnya dari siksa Allah. Dia sendiri tidak mampu menolong dirinya.
وَأَصۡبَحَ ٱلَّذِينَ تَمَنَّوۡاْ مَكَانَهُۥ بِٱلۡأَمۡسِ يَقُولُونَ وَيۡكَأَنَّ ٱللَّهَ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُۖ لَوۡلَآ أَن مَّنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡنَا لَخَسَفَ بِنَاۖ وَيۡكَأَنَّهُۥ لَا يُفۡلِحُ ٱلۡكَٰفِرُونَ ٨٢
Orang-orang yang kemarin terpesona kehidupan Qarun dan mereka berharap mendapat kedudukan seperti dia berkata: “Allah melapangkan rezeki-Nya atau menyempitkannya kepada siapa saja di antara hamba-Nya sesuai kehendak-Nya. Sekiranya Allah tidak memberikan rahmat kepada kami, orang-orang mukmin, pastilah kami juga binasa. Sungguh orang-orang kafir itu celaka. Mereka tidak akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat.”
Pahala Amal Shalih Berlipat Ganda
تِلۡكَ ٱلدَّارُ ٱلۡأٓخِرَةُ نَجۡعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوّٗا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فَسَادٗاۚ وَٱلۡعَٰقِبَةُ لِلۡمُتَّقِينَ ٨٣
Wahai Rasul, surga adalah tempat yang Kami khususkan bagi orang-orang yang tidak suka berlaku congkak dan berbuat durhaka di muka bumi. Nasib baik hanyalah bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan mengesakan-Nya.
مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ خَيۡرٞ مِّنۡهَاۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجۡزَى ٱلَّذِينَ عَمِلُواْ ٱلسَّيِّـَٔاتِ إِلَّا مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٨٤
Siapa saja yang beramal shalih, ia akan mendapatkan pahala yang lebih baik daripada amal shalih yang telah ia lakukan. Siapa saja yang berbuat dosa, ia akan dihukum sesuai dengan dosa yang ia lakukan.
Nabi Muhammad dan Umatnya Dijanjikan Kemenangan
إِنَّ ٱلَّذِي فَرَضَ عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ لَرَآدُّكَ إِلَىٰ مَعَادٖۚ قُل رَّبِّيٓ أَعۡلَمُ مَن جَآءَ بِٱلۡهُدَىٰ وَمَنۡ هُوَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ٨٥
Wahai Muhammad, sungguh Allah telah mewajibkan kamu untuk menyampaikan Al-Qur’an kepada umat manusia dan melaksanakan syari’atnya. Allah pasti kelak mengembalikan kamu ke tempat asalmu, Makkah. Wahai Muhammad, katakanlah: “Tuhanku lebih mengetahui siapa yang datang membawa hidayah dari Tuhannya, dan siapa yang menjauhi hidayah.”
وَمَا كُنتَ تَرۡجُوٓاْ أَن يُلۡقَىٰٓ إِلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبُ إِلَّا رَحۡمَةٗ مِّن رَّبِّكَۖ فَلَا تَكُونَنَّ ظَهِيرٗا لِّلۡكَٰفِرِينَ ٨٦
Wahai Muhammad, sejak dahulu kamu tidak pernah mengharapkan diberi kitab suci. Al-Qur’an turun kepadamu semata-mata rahmat dari Tuhanmu. Karena itu kamu jangan menolong orang-orang kafir ketika mereka mengajak kepada kesesatan.
وَلَا يَصُدُّنَّكَ عَنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ بَعۡدَ إِذۡ أُنزِلَتۡ إِلَيۡكَۖ وَٱدۡعُ إِلَىٰ رَبِّكَۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ٨٧
Wahai Muhammad, jangan sampai orang-orang musyrik dapat memalingkan kamu dari mendakwahkan dan melaksanakan Al-Qur’an setelah Al-Qur’an itu diturunkan kepadamu. Ajaklah orang-orang musyrik mengikuti agama Tuhanmu. Janganlah sekali-kali kamu menolong orang-orang musyrik untuk memenuhi keinginan mereka.
وَلَا تَدۡعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَۘ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۚ كُلُّ شَيۡءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجۡهَهُۥۚ لَهُ ٱلۡحُكۡمُ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ٨٨
Wahai Muhammad, janganlah kamu menyembah tuhan selain Allah. Tidak ada tuhan yang sebenarnya kecuali Allah. Semua makhluk pasti binasa, dan yang kekal hanyalah Allah. Semua ketetapan yang berlaku hanyalah di tangan Allah. Kepada Allah lah kelak kalian akan dikembalikan.