Pengantar Penerjemah
Al-Ustadz Muhammad Thalib ยท Pengantar penerjemah Al-Qur'anul Karim Tarjamah Tafsiriyah, Yogyakarta, Ramadhan 1432 H / Agustus 2011 M.
ALHAMDULILLAH, segala ungkapan puji dan syukur hanya berhak ditujukan kepada Allah, Tuhan yang telah menciptakan manusia, kemudian memberinya petunjuk kepada Islam. Sebagai agama dan jalan hidup, Islam adalah pilihan terbaik yang telah dirintis oleh para nabi dan rasul-Nya, serta diikuti oleh mereka yang memperoleh karunia Ilahi.
Shalawat dan salam semoga Allah limpahkan kepada Muhammad Rasulullah Saw., manusia ideal yang menjadi juru bicara Allah untuk menjelaskan kehendak-Nya kepada manusia, bagaimana seharusnya manusia menjalani kehidupan di dunia ini dengan benar dan berfaedah agar memperoleh kemaslahatan hidup di dunia dan di akhirat. Shalawat dan salam semoga Allah limpahkan pula kepada keluarga dan para sahabat beliau, sebagai pengikut beliau yang setia menegakkan syari'at Islam di muka bumi.
Sesungguhnya Allah Swt. telah menurunkan Al-Qur'an berbahasa Arab dengan keindahan sastra yang tiada tertandingi, susunan tata bahasa yang tidak tersamai dalam ketepatan dan kebenarannya. Wahyu Allah dalam Al-Qur'an di sampaikan dalam bahasa Arab yang jelas, mudah dipahami, singkat, padat berisi, dengan pilihan kata-kata yang sangat populer di dalam komunikasi dan pergaulan hidup bangsa Arab sehari-hari.
Dengan karakteristik bahasa Al-Qur'an yang sangat spesifik itulah Allah Swt. menjadikan Kitab Suci Al-Qur'an sebagai sarana efektif untuk menyajikan kehendak-kehendak-Nya. Kehendak Ilahi yang wajib dipahami oleh seluruh manusia dan dilaksanakan dengan penuh ketaatan.
Bagi bangsa Arab yang setiap harinya akrab dengan bahasa Al-Qur'an, mereka tidak mengalami kesulitan untuk memahaminya secara tepat. Namun bagi bangsa lain di dunia ini yang tidak memahami bahasa Arab, mereka memerlukan pengalihan bahasa yang tepat ke dalam bahasa mereka.
Pengalihan bahasa Al-Qur'an ke dalam bahasa lain disebut tarjamah. Dalam praktiknya, tarjamah Al-Qur'an tidak dapat dilakukan secara harfiyah sebagaimana akan kami jelaskan dalam pedoman tarjamah tafsiriyah Al-Qur'an ini. Karena itu, pengalihan bahasa Al-Qur'an ke dalam bahasa Indonesia hanya dapat dilakukan secara tafsiriyah. Untuk menerjemahkan secara tafsiriyah wajib memperhatikan kaidah-kaidah baku dalam menafsirkan Al-Qur'an.
Berdasarkan pemikiran inilah, kami mengusahakan terwujudnya tarjamah tafsiriyah Al-Qur'an yang sekarang berada di tangan pembaca. Kami berharap tarjamah tafsiriyah Al-Qur'an ini dapat membantu para pembaca untuk memahami makna ayat-ayat Al-Qur'an secara lebih mudah dan lebih cepat sesuai maksud kalimat Arabnya. Terutama bagi yang tidak memahami seluk-beluk bahasa Arab.
Kami menyadari kemungkinan adanya kekurangan dan kelemahan dalam tarjamah tafsiriyah Al-Qur'an ini. Karena itu kami mengharapkan saran, kritik dan koreksi dari semua pihak, terutama para pakar bidang bahasa Arab dan ilmu Al-Qur'an. Semoga Allah menjadikan tarjamah tafsiriyah Al-Qur'an ini sebagai amal shalih bagi penerjemah, dan bagi semua pihak yang membantu terwujudnya tarjamah tafsiriyah Al-Qur'an ini.
Kami juga mengharap kepada Allah Swt, semoga karya penerjemah ini menambah pahala bagi kedua orang tua kami, para ustadz yang berjasa mendidik kami, serta para ulama yang karya-karyanya kami jadikan rujukan dalam menyusun tarjamah tafsiriyah Al-Qur'an ini.
Wa aakhiru da'waanaa 'anil Hamdu lillaahi rabbil 'aalamiin.
Yogyakarta, Ramadhan 1432 H / Agustus 2011 M
Al-Ustadz Muhammad Thalib