Surah An Nuur adalah sebuah surat yang Kami turunkan kepada Muhammad. Dalam surah ini Kami terangkan hukum-hukum. Dalam surah ini juga Kami turunkan dalil-dalil yang jelas tentang kekuasaan dan keesaan Kami, supaya kalian dapat memahami hukum-hukum Allah.
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, hendaklah kalian dera masing-masing seratus kali. Jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah kalian dikalahkan oleh rasa kasihan kepada pelaku zina ketika menegakkan hukum Allah. Hendaklah sejumlah orang mukmin menyaksikan pelaksanaan hukuman dera kepada pelaku zina itu.
Laki-laki yang biasa berzina hanya patut menikahi perempuan yang biasa berzina atau perempuan musyrik. Perempuan yang biasa berzina hanya patut dinikahi oleh laki-laki yang biasa berzina atau laki-laki musyrik. Pernikahan dengan laki-laki atau perempuan yang biasa berzina diharamkan bagi orang-orang yang beriman.
Orang-orang yang menuduh berbuat zina terhadap perempuan-perempuan muslim yang shalihah, tetapi mereka tidak dapat menghadirkan saksi empat orang laki-laki, maka para penuduh itu deralah delapan puluh kali. Kemudian kalian jangan menerima kesaksian mereka selama-lamanya. Mereka itu adalah orang-orang yang benar-benar berdusta,
Suami-suami yang menuduh istri-istrinya berzina, tetapi ia tidak bisa menghadirkan saksi empat orang laki-laki dan hanya dirinya sendiri yang menjadi saksi, maka suami itu hendaklah mengucapkan sumpah dengan menyebut nama Allah empat kali bahwa sungguh tuduhan dia benar.
Kemudian yang kelima kalinya suami bersumpah bahwa jika ia berdusta dalam menuduh istrinya berzina, sungguh Allah akan menurunkan laknat kepada dirinya.
Jika istrinya menyanggah tuduhan kepada dirinya, hendaklah ia juga bersumpah empat kali dengan menyebut nama Allah bahwa sesungguhnya suaminya berdusta dalam menuduh ia berzina.
Sekiranya bukan karena karunia Allah dan belas kasih-Nya kepada kalian, pasti adzab-Nya segera diturunkan kepada kalian. Akan tetapi, sungguh Allah Maha Penerima taubat lagi Mahabijaksana.
Sesungguhnya beberapa orang yang menyebarkan tuduhan dusta tentang ‘Aisyah berzina adalah dari kalangan orang-orang mukmin juga. Janganlah kalian menyangka bahwa kejadian itu merugikan kalian. Kejadian itu justru membawa kebaikan bagi kalian. Setiap orang yang turut menyebar-luaskan tuduhan dusta itu akan mendapatkan hukuman karena perbuatannya. Dan orang yang membuat fitnah itu akan mendapatkan adzab yang berat di akhirat.
Ketika mendengar tuduhan dusta itu, mengapa laki-laki dan perempuan mukmin tidak berprasangka baik saja sesama mereka? Lalu mereka berkata: “Tuduhan keji ini pasti dusta.”
Mengapa orang yang membuat tuduhan dusta kepada ‘Aisyah tidak menghadirkan saksi empat orang laki-laki atas tuduhannya itu? Jika mereka tidak dapat menghadirkan saksi empat orang laki-laki, maka dalam pandangan Allah mereka itu adalah orang-orang yang berdusta.
Wahai orang-orang mukmin, sekiranya bukan karena karunia Allah dan belas kasih-Nya kepada kalian di dunia dan di akhirat, pasti kalian ditimpa adzab yang berat karena tuduhan dusta yang kalian lakukan itu.
Setelah kalian menerima berita dusta dari mulut-mulut sesama kalian, kalian menyebarkan berita itu. Kalian sebenarnya tidak mengetahui kejadiannya dengan pasti. Kalian menganggap bahwa menyebarkan berita dusta itu adalah hal yang remeh. Padahal di sisi Allah perbuatan semacam itu adalah dosa yang sangat besar.
Ketika kalian mendengar berita dusta itu, mengapa kalian tidak berkata: “Kami sama sekali tidak patut membicarakan berita ini. Engkau Mahasuci Ya Allah. Sungguh, berita ini adalah kebohongan yang besar.”
Allah menjelaskan hukum-hukum-Nya kepada kalian. Allah Maha Mengetahui niat kalian lagi Mahabijaksana dalam menetapkan hukuman bagi penyebar berita dusta.
Sesungguhnya orang-orang yang senang dengan tersebarnya berita-berita keji di kalangan orang-orang beriman, mereka akan mendapatkan adzab yang pedih di dunia dan di akhirat. Allah Maha Mengetahui kebenaran yang tidak kalian ketahui.
Sekiranya bukan karena karunia dan belas kasih Allah kepada kalian, niscaya kalian sudah diberi hukuman. Sungguh Allah Maha Pemaaf kepada orang-orang mukmin lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.
Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian mengikuti tingkah laku setan. Siapa saja mengikuti tingkah laku setan, maka setan itu hanya menyuruh berbuat keji dan mungkar. Sekiranya bukan karena karunia dan belas kasih Allah kepada kalian, selamanya tidak seorang pun di antara kalian selamat dari gangguan setan. Hanya Allah lah yang dapat membersihkan hati orang yang dikehendaki-Nya dari gangguan setan. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui setiap perbuatan kalian.
Orang-orang yang berkecukupan dan hartanya banyak di antara kalian, hendaklah jangan jera membantu orang-orang yang berhak mendapat bantuan, yaitu keluarga-keluarga dekatnya, orang-orang miskin dan orang-orang yang hijrah di jalan Allah. Hendaklah mereka selalu memberi maaf dan pengampunan kepada orang-orang yang menyakiti hati mereka. Wahai orang-orang beriman, apakah diri kalian tidak senang mendapatkan pengampunan dari Allah? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.
Orang-orang yang menuduh berzina kepada perempuan-perempuan beriman yang shalihah yang menjauhi perilaku tercela, maka para penuduhnya akan mendapatkan laknat di dunia dan di akhirat. Mereka akan mendapatkan adzab yang berat di akhirat.
Pada hari kiamat, Allah akan memberikan balasan-Nya kepada setiap manusia dengan adil. Manusia akan menyadari bahwa Allah adalah Tuhan yang sebenar-benarnya.
Perempuan-perempuan bermoral buruk hanya patut menjadi istri bagi laki-laki bermoral buruk. Laki-laki bermoral buruk hanya patut menjadi suami bagi perempuan-perempuan bermoral buruk. Sebaliknya, perempuan-perempuan yang berakhlak mulia hanya patut menjadi istri bagi laki-laki yang berakhlak mulia. Laki-laki yang berakhlak mulia hanya patut menjadi suami bagi perempuan-perempuan yang berakhlak mulia. Laki-laki dan perempuan yang berakhlak mulia jauh dari tuduhan-tuduhan berzina yang mereka katakan. Laki-laki dan perempuan yang berakhlak mulia itu kelak mendapatkan pengampunan dan rezeki yang berlimpah di surga.
Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian memasuki rumah-rumah orang mukmin sebelum meminta izin dan mengucapkan salam kepada penghuninya. Minta izin dan mengucapkan salam lebih dahulu itu lebih baik bagi kalian daripada langsung masuk, agar kalian tahu cara menghormati kemuliaan orang lain.
Jika kalian tahu di dalam rumah itu tidak ada seorang pun, janganlah kalian memasuki rumah itu, kecuali kalian mendapat izin untuk masuk. Jika penghuni rumah berkata: “Kembalilah,” maka kembalilah kalian. Kalian kembali itu lebih menenteramkan hati kalian. Allah senantiasa mengetahui apa saja yang kalian lakukan ketika bertamu.
Tidaklah berdosa bagi kalian memasuki rumah-rumah singgah musafir untuk beristirahat di dalamnya. Allah Mahatahu apa saja yang kalian katakan dan apa yang kalian sembunyikan dalam hati.
Wahai Muhammad, perintahkan kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangan mata mereka ketika berhadapan dengan perempuan bukan mahramnya dan menjaga kemaluan mereka dari zina. Menjaga pandangan mata dan menjauhi perbuatan zina itu lebih menjaga kesucian iman mereka. Sungguh Allah senantiasa mengetahui apa saja yang telah mereka lakukan.
Wahai Muhammad, perintahkan lah kepada perempuan-perempuan yang beriman, agar menjaga pandangan mata mereka ketika berhadapan dengan laki-laki bukan mahramnya, dan menjaga kemaluan mereka dari zina. Janganlah mereka menampakkan bagian leher dan dada mereka. Yang boleh tampak hanyalah wajah dan telapak tangan mereka. Kepala dan dada mereka hendaklah ditutup dengan kerudung lebar. Janganlah mereka menampakkan kepala, leher, dada, dan tangan mereka, kecuali kepada suami, ayah, mertua, anak laki-laki kandung atau tiri, saudara laki-laki, keponakan laki-laki dari saudara laki-laki atau perempuan mereka atau sesama perempuan muslim atau budak laki-laki mereka atau laki-laki pembantu rumah tangga mereka yang tidak punya birahi atau anak-anak yang belum mengenal aurat perempuan. Janganlah perempuan itu membunyikan gelang kaki mereka agar orang lain mengetahui perhiasan yang tersembunyi pada kaki-kaki mereka. Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kalian bertaubat kepada Allah, supaya kalian mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Para bujang dan budak laki-laki dan perempuan hendaklah kalian bantu untuk menikah. Jika bujang dan budak itu miskin, mudah-mudahan kelak Allah akan memberi karunia-Nya kepada mereka. Allah Mahaluas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui keadaan hamba-Nya.
Orang-orang yang belum mampu menikah hendaklah menahan diri mereka sampai Allah berikan kecukupan kepada mereka. Para budak kalian yang kalian ketahui baik akhlaknya menginginkan merdeka, hendaklah kalian buat perjanjian penebusannya dengan mereka. Berikanlah kepada mereka bantuan dari sebagian harta yang Allah karuniakan kepada kalian. Kalian jangan memaksa budak-budak perempuan kalian menjadi pelacur, jika mereka menginginkan menjadi perempuan-perempuan shalihah. Jangan kalian memaksa mereka menjadi pelacur hanya karena kalian ingin memperoleh harta di dunia ini. Siapa saja yang berhenti memaksa budak perempuannya menjadi pelacur, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat, lagi Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya.
Sungguh Kami telah menurunkan kepada kalian aturan-aturan syari’at yang jelas, pelajaran pelajaran tentang umat-umat masa lalu dan petunjuk-petunjuk kepada orang-orang yang taat kepada Allah.
Allah itu sumber cahaya yang menerangi seluruh langit dan bumi. Sumber cahaya Allah itu laksana nyala api berada dalam tabung kaca. Tabung kaca itu ditutup dengan bola kaca bening. Bola kaca itu memancarkan cahayanya laksana bintang kejora. Bahan bakar sumber cahaya itu minyak zaitun dari pohon yang banyak barakahnya. Pohon zaitun itu tumbuh di puncak bukit sehingga mendapatkan sinar matahari sepanjang hari, bukan di sebelah timur atau sebelah baratnya. Minyak zaitun itu sekalipun tidak disentuh api selalu bening berkilauan bagaikan mutiara. Cahaya Allah terang benderang mengalahkan cahaya-cahaya yang lain. Dengan cahaya-Nya itu Allah memberikan hidayah Islam bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Allah memberikan perumpamaan-perumpamaan yang nyata kepada segenap manusia. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Cahaya terang benderang itu ada di masjid-masjid. Allah izinkan nama-Nya disebut dan diagungkan di dalamnya. Di masjid-masjid itu orang-orang mukmin melakukan shalat dan dzikir pagi dan sore hari.
Ada banyak orang yang ketika sibuk bekerja dan jual beli tidak lalai untuk mengingat Allah, melaksanakan shalat dan mengeluarkan zakat. Mereka takut kepada hari kiamat, suatu hari saat semua orang kafir hatinya terperangah dan matanya terbelalak.
Allah menjadikan hari kiamat itu untuk memberi pahala yang lebih baik kepada orang-orang mukmin daripada amal yang telah mereka lakukan di dunia. Allah memberikan tambahan karunia-Nya kepada mereka. Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya tanpa batas.
Malapetaka bagi Orang yang Tidak Beriman kepada Allah
Orang-orang kafir itu, semua amal kebaikan mereka sia-sia. Semua yang mereka lakukan laksana fatamorgana di sebuah lembah. Orang-orang yang kehausan menyangka bahwa fatamorgana itu adalah air. Ketika mereka mendekati tempat itu, mereka tidak mendapatkan air sedikit pun. Pada hari kiamat kelak, orang-orang kafir tidak mendapatkan pahala dari Allah sedikit pun atas amal kebaikan mereka di dunia. Di akhirat kelak, Allah akan menghitung amal setiap manusia dengan sempurna. Allah Mahacepat perhitungan-Nya.
Orang-orang kafir hidup di dunia laksana orang yang berada dalam kegelapan di tengah laut yang bergelombang besar. Gelombang laut bergulung-gulung dari bawah mereka. Di atas mereka gumpalan awan gelap menutup mereka. Kegelapan demi kegelapan terus menutup pandangan mereka. Jika seseorang mengacungkan tangannya ke atas, maka ia nyaris tidak dapat melihat tangannya sendiri karena gelapnya. Karena itu siapa saja yang kafir kepada Allah, maka ia tidak akan pernah mendapatkan hidayah dari Allah sedikit pun.
Wahai Muhammad, tidakkah engkau mau memperhatikan bahwa sungguh semua yang ada di langit dan di bumi serta burung yang terbang berbaris-baris itu tunduk kepada Allah? Semua makhluk itu mengetahui bagaimana cara ia tunduk dan mengagungkan Allah. Allah Maha Mengetahui apa saja yang telah mereka lakukan.
Wahai Muhammad, apakah kamu tidak berpikir bahwa sesungguhnya Allah lah yang menerbangkan awan beriring-iringan, kemudian menggumpalkannya, lalu menjadikannya beku, kemudian kamu lihat air hujan keluar dari celah-celah awan itu. Allah telah menurunkan hujan salju dari langit ke gunung-gunung. Turunnya hujan salju itu ada yang memberi manfaat dan ada yang mencelakakan manusia sesuai kehendak Allah. Awan itu ada yang mengandung petir yang dapat menyambar dan melenyapkan penglihatan manusia.
Allah lah yang menggantikan malam dengan siang. Sungguh, pergantian malam dan siang itu menjadi bukti kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berpikiran sehat.
Allah telah menciptakan semua hewan melata dari air. Di antara hewan itu ada yang berjalan dengan perutnya, ada yang berjalan dengan dua kakinya, dan ada pula yang berjalan dengan empat kakinya. Allah menciptakan apa saja yang dikehendaki-Nya. Sungguh Allah Mahakuasa mengatur semua makhluk-Nya.
Sungguh Kami telah menurunkan ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan kebenaran dengan mudah. Allah memberi hidayah untuk beragama Islam kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Ada orang-orang yang berkata: “Kami beriman dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya.” Setelah mereka diminta untuk berjihad guna membela Islam, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak. Karena itu mereka sama sekali bukanlah golongan orang mukmin.
Mengapa mereka bersikap begitu? Apakah karena mereka merasa dengki atau meragukan kebenaran Al-Qur’an, atau mereka khawatir Allah dan Rasul-Nya berlaku zhalim kepada mereka. Bahkan mereka itulah orang-orang yang berbuat zhalim.
Orang-orang yang benar-benar beriman, jika diajak taat kepada Allah dan Rasul-Nya dengan menjalankan hukum Allah di tengah-tengah mereka, maka mereka berkata: “Kami mendengar dan kami taat.” Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beruntung di dunia dan di akhirat.
Siapa saja menaati Allah dan Rasul-Nya, takut akan siksa Allah di akhirat, dan menjauhkan diri dari segala larangan-Nya, maka mereka itulah orang-orang yang benar-benar beruntung.
Orang-orang munafik bersumpah sungguh-sungguh dengan menyebut nama Allah. Wahai Muhammad, jika kamu perintah mereka untuk ikut berperang demi mendapatkan harta rampasan perang, niscaya mereka mau mengikuti kamu. Wahai Muhammad, katakanlah: “Kalian jangan bersumpah seperti itu. Karena sebenarnya yang dikatakan taat kepada Allah yaitu mengajak orang lain kepada kebaikan. Sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang telah kalian lakukan.”
Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang munafik: “Taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya. Jika kalian enggan, sesungguhnya Rasul Allah itu hanya menanggung dosa atas kesalahan yang ia lakukan. Kalian pun akan menanggung dosa yang kalian lakukan. Jika kalian menaati Rasul Allah, kalian akan mendapatkan hidayah. Rasul itu hanyalah seorang yang menyampaikan wahyu Tuhannya dengan sejelas-jelasnya.”
Allah Menjanjikan Kekuasaan kepada Sebagian Orang Mukmin
Wahai kaum mukmin, Allah menjanjikan kepada orang yang beriman dan beramal shalih di antara kalian, bahwa Allah pasti menjadikan mereka berkuasa di muka bumi sebagaimana orang-orang mukmin sebelum mereka telah berkuasa di muka bumi. Allah jadikan mereka menegakkan agama yang diridhai-Nya. Mereka akan menikmati ketenteraman dan keamanan setelah mengalami ketakutan terhadap penindasan kaum kafir. Mereka beribadah kepada-Ku dan meninggalkan perbuatan syirik dalam bentuk apa pun. Setelah itu, siapa saja yang keluar dari Islam, maka mereka itu adalah orang-orang yang sangat durhaka kepada Allah.
Orang-orang kafir sekali-kali jangan mengira bahwa mereka dapat menyelamatkan diri dari adzab Allah di muka bumi ini. Di akhirat kelak, tempat tinggal mereka adalah neraka, sejelek-jelek tempat tinggal.
Wahai orang-orang beriman, jika budak-budak kalian atau anak-anak kalian yang belum dewasa ingin masuk ke kamar kalian pada tiga waktu, hendaklah mereka meminta izin lebih dahulu kepada kalian. Tiga waktu itu adalah sebelum waktu shalat Shubuh, ketika kalian berganti pakaian di siang hari, dan setelah shalat ‘Isya’. Tiga waktu itu adalah waktu-waktu rahasia bagi kalian. Kalian tidak berdosa dan mereka juga tidak berdosa bila mereka masuk kamar kalian selain tiga waktu itu. Sebab mereka senantiasa hidup bersama kalian. Begitulah Allah jelaskan hukum-hukum-Nya kepada kalian. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana mengatur kehidupan kalian.
Apabila anak-anak kalian telah beranjak dewasa, maka hendaklah anak-anak itu meminta izin sebelum masuk kamar kalian, sebagaimana orang-orang dewasa. Begitulah Allah menjelaskan hukum-hukum-Nya kepada kalian. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana menetapkan hukum-hukum dalam kehidupan keluarga.
Perempuan-perempuan yang sudah tidak haidh dan tidak lagi ingin berhubungan seksual, maka mereka tidak berdosa melepaskan kerudung pelengkap pakaian mereka, selama kepala, leher dan dada tetap tertutup. Tetapi jika mereka tetap mengenakan kerudung pelengkap, hal itu lebih baik. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui niat mereka.
Wahai kaum mukmin, orang-orang buta, orang-orang pincang, dan orang-orang sakit, bila makan bersama kalian, tidaklah salah sekalipun mereka melakukannya dengan cara-cara yang tidak seperti kalian lakukan di rumah-rumah kalian, atau di rumah bapak-bapak kalian, ibu-ibu kalian, saudara-saudara laki-laki kalian, saudara-saudara perempuan kalian, bibi atau paman kalian dari pihak ayah, bibi atau paman kalian dari pihak ibu, atau di rumah budak-budak kalian, atau di rumah orang lain yang dikuasakan kepada kalian, atau di rumah sahabat-sahabat kalian. Kalian semua boleh makan di rumah-rumah itu bersama-sama atau sendiri-sendiri. Jika kalian masuk ke rumah-rumah itu, ucapkanlah salam kepada saudara kalian sesuai salam yang diajarkan oleh Allah, yaitu salam yang membawa barakah dan kebaikan. Begitulah Allah menjelaskan hukum-hukum-Nya kepada kalian supaya kalian mau memahami dan melaksanakannya.
Orang-orang yang sebenarnya beriman adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Apabila mereka sedang bersama Rasul Allah dalam suatu pertemuan untuk membicarakan kemaslahatan bersama, mereka tidak mau meninggalkan pertemuan itu sebelum mendapat izin dari Rasul Allah. Wahai Muhammad, orang yang dengan jujur meminta izin kepadamu ketika mau meninggalkan pertemuan itu, mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Apabila mereka meminta izin kepada kamu untuk menyelesaikan sebagian urusan mereka, berikanlah izin kepada siapa yang kamu kehendaki. Mohonkan ampun untuk mereka itu kepada Allah. Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.
Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian memanggil Rasul dengan nama dirinya seperti kalian memanggil sesama kalian. Allah mengetahui orang-orang yang pergi dengan sembunyi-sembunyi meninggalkan tempat pertemuan kalian. Orang-orang yang menyalahi perintah Rasul Allah, hendaklah mereka takut ditimpa malapetaka di dunia atau adzab yang pedih di akhirat.
Wahai manusia, ketahuilah sesungguhnya segala yang ada di langit dan di bumi adalah milik Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada pada diri kalian. Pada hari kiamat kelak, semua manusia dikembalikan kepada Allah. Mereka akan diberitahu apa saja yang telah mereka lakukan di dunia. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.