Semua ungkapan puji dan syukur hanyalah berhak ditujukan kepada Allah, Tuhan yang memiliki semua yang ada di langit dan di bumi. Menjadi hak Allah semua ungkapan puji dan syukur di akhirat. Allah adalah Tuhan Yang Mahabijaksana dan Mahaluas pengetahuan-Nya.
Allah mengetahui apa saja yang masuk ke bumi dan apa saja yang keluar dari bumi. Allah mengetahui apa saja yang turun dari langit dan apa saja yang naik ke langit. Allah adalah Tuhan Yang Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya lagi Maha Pengampun.
Orang-orang kafir berkata: “Kiamat itu tidak akan datang kepada kita.” Wahai Muhammad, katakanlah: “Tidak begitu! Tuhanku pasti akan mendatangkan kiamat kepada kalian. Allah lah yang mengetahui semua hal yang ghaib. Tidak ada sebutir biji sawi pun yang luput dari pengetahuan-Nya, baik yang ada di langit maupun di bumi bahkan yang lebih kecil atau lebih besar daripada itu. Semua itu tercatat dengan jelas dalam buku yang tersimpan di Lauhil Mahfuzh.
Di akhirat kelak, Tuhan akan memberikan pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Mereka itu mendapatkan pengampunan dan rezeki yang berlimpah.”
Wahai Muhammad, kaum Yahudi dan Nasrani yang beriman kepadamu mengetahui bahwa Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu benar dari Tuhanmu. Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji.
Orang-orang kafir berkata kepada sesama mereka: “Maukah kalian kami tunjukkan seseorang yang berani menyatakan bahwa kalian akan dihidupkan kembali menjadi makhluk baru sesudah kalian mati dan telah menjadi debu yang lembut?
“Bukankah orang yang berkata demikian sebenarnya berbohong atas nama Allah atau dia gila?” Bahkan orang-orang kafir yang tidak beriman kepada hari akhirat itu akan ditimpa adzab. Orang-orang kafir itu di dunia hidup sesat dan di akhirat kelak mendapatkan adzab.
Mengapa orang-orang kafir tidak mau memikirkan langit dan bumi yang ada di sekitar mereka? Jika Kami berkehendak segera mengadzab mereka karena kekafiran mereka, niscaya Kami benamkan mereka ke dalam bumi atau Kami timpakan kepada mereka awan panas dari langit. Sungguh keajaiban alam di sekitar manusia menjadi bukti kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mau bertaubat.
Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman Diberi Keahlian Khusus
Kami telah memberikan mukjizat kepada Dawud. Kami berfirman: “Wahai gunung dan burung-burung, tunduklah kepada Dawud.” Kami telah menjadikan Dawud dapat melelehkan besi.
Wahai Dawud, buatlah baju-baju besi dengan ukuran dan model yang baik. Wahai orang-orang beriman, lakukanlah amal shalih. Sungguh Allah senantiasa mengetahui apa saja yang kalian lakukan.
Kami berikan mukjizat kepada Sulaiman berupa angin yang dapat membawanya pergi jauh. Perjalanan yang biasanya ditempuh sebulan pergi, sebulan pulang dapat Sulaiman tempuh dalam sehari. Kami jadikan tembaga dapat mencair laksana air untuknya. Kami jadikan jin tunduk kepada Sulaiman untuk menjadi pekerjanya dengan izin Tuhannya. Siapa saja di antara jin-jin yang berani menyalahi perintahnya, Kami akan timpakan adzab yang pedih kepadanya.
Para jin itu bekerja untuk Sulaiman sesuai perintahnya. Para jin itu membuat mihrab-mihrab, gambar-gambar, panci-panci besar bagaikan telaga dan cerek-cerek yang sangat besar untuk memasak. Wahai keluarga Dawud, karena itu hendaklah kalian taat kepada Allah. Akan tetapi, sedikit sekali hamba-Ku yang mau banyak mengingat nikmat-Ku.
Ketika Kami telah tetapkan saat kematian Sulaiman, tidak ada tanda apapun yang menunjukkan kepada para jin atas kematiannya itu. Tanda yang ada hanyalah seekor rayap yang memakan tongkatnya. Ketika kepala Sulaiman menekur, barulah jin tahu bahwa Sulaiman telah mati. Sekiranya para jin tahu hal yang ghaib, mereka tidak akan mau terus-menerus melayani Sulaiman secara paksa dan hina.
Bagi kaum Saba’, negeri mereka merupakan satu bukti kekuasaan Allah. Di negeri Saba’ ada dua kebun yang terletak di sebelah kanan dan di kiri jalan sepanjang negeri. Diperintahkan kepada kaum Saba’: “Makanlah sebagian rezeki dari Tuhan kalian. Taatlah kalian kepada Allah. Negeri kalian adalah sebuah negeri yang makmur. Tuhan kalian adalah Tuhan yang Maha Pengampun.”
Kemudian kaum Saba’ durhaka kepada Allah. Kami lalu mengirimkan banjir bandang kepada mereka. Dua kebun mereka Kami ganti dengan dua kebun lain yang menghasilkan buah yang pahit, buah Atsal dan sedikit pohon Sidr.
Begitulah Kami timpakan adzab kepada kaum Saba’ karena kekafiran mereka. Bukankah Kami hanya memberi balasan buruk kepada orang-orang kafir atas kekafiran mereka?
Kami telah tempatkan kaum Saba’ di tengah-tengah negeri lain yang saling berdekatan. Negeri-negeri itu Kami beri barakah yang baik. Kami mudahkan penduduk negeri-negeri itu melakukan perjalanan antar negeri. Karena itu, berkelanalah kalian dengan aman di negeri-negeri itu malam ataupun siang.
Kaum Saba’ berkata: “Wahai Tuhan Kami, berikanlah kepada kami peluang perjalanan lebih jauh lagi.” Kaum Saba’ telah berbuat syirik dan mendustakan para nabi mereka. Kaum Saba’ Kami jadikan bahan pembicaraan buruk. Kami hancurkan kaum Saba’ sehancur-hancurnya. Sungguh kisah kaum Saba’ ini benar-benar menjadi bukti kekuasaan Allah bagi setiap orang yang mau bersabar lagi taat kepada Allah.
Iblis telah membenarkan keyakinan syirik kaum Saba’. Mereka mengikuti bisikan iblis. Hanya sedikit sekali kaum Saba’ yang tetap beriman dan mengesakan Allah.
Iblis sama sekali tidak mempunyai kekuasaan apa pun untuk memperdayakan kaum Saba’. Akan tetapi, iblis Kami jadikan sebagai ujian bagi kaum Saba’, siapa yang tetap beriman kepada hari akhirat dan siapa yang meragukannya. Wahai Muhammad, Tuhanmu senantiasa mengawasi semua perbuatan manusia.
Wahai Muhammad, katakanlah kepada kaum musyrik Quraisy: “Panggillah tuhan-tuhan yang kalian sembah selain Allah.” Tuhan-tuhan itu tidak menguasai apa pun yang ada di langit dan di bumi sekalipun sebutir biji sawi. Tuhan-tuhan itu sama sekali tidak mempunyai saham dalam penciptaan langit dan bumi. Kaum musyrik sama sekali tidak ada yang menjadi penolong Allah ketika menciptakan makhluk-Nya.
Pada hari kiamat, tidak ada orang yang dapat menolong orang lain, kecuali orang yang diberi hak oleh Allah untuk memberi pertolongan. Ketika orang-orang kafir menyadari dahsyatnya hari kiamat, mereka berkata kepada orang-orang mukmin: “Apakah keadaan dahsyat seperti ini yang dimaksud dalam firman Tuhan kalian kepada kalian dahulu?” Orang-orang mukmin berkata: “Benar.” Allah adalah Tuhan Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.
Wahai Muhammad, tanyakanlah kepada kaum kafir Quraisy: “Siapakah yang memberikan rezeki kepada kalian dari langit dan bumi?” Namun kaum kafir Quraisy tidak menjawab. Wahai Muhammad, katakanlah: “Allah. Wahai orang-orang musyrik, kami ataukah kalian yang mendapat petunjuk dari Allah? Atau siapa yang sebenarnya sesat?”
Wahai Muhammad, katakanlah kepada kaum musyrik Quraisy: “Kalian tidak akan dimintai tanggung jawab atas semua dosa yang kami lakukan. Kami juga tidak akan dimintai tanggung jawab atas semua dosa yang kalian kerjakan.”
Wahai Muhammad, katakanlah kepada kaum musyrik Quraisy: “Di akhirat kelak, Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua. Kemudian Allah akan mengadili dengan benar perkara yang menjadi perselisihan antara kami dan kalian. Allah adalah Tuhan yang membuka semua catatan amal manusia yang tersimpan di Lauhil Mahfuzh lagi Maha Mengetahui.”
Wahai Muhammad, katakanlah kepada kaum musyrik Quraisy: “Tunjukkanlah kepadaku hasil ciptaan tuhan-tuhan yang kalian sembah selain Allah. Sungguh anggapan kalian bahwa ada tuhan selain Allah yang berhak disembah itu tidak benar. Hanya Allah lah, Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
Wahai Muhammad, Kami jadikan kamu seorang rasul untuk membawa kabar gembira dan ancaman kepada segenap manusia. Akan tetapi, sebagian besar manusia tidak mau membenarkan kerasulanmu.
Kaum kafir Quraisy berkata kepada orang-orang mukmin: “Kapankah hari kiamat yang kalian ancamkan itu datang, jika kalian memang orang-orang yang benar perkataannya.”
Wahai Muhammad, katakanlah: “Hari kiamat itu sudah ditetapkan waktunya bagi kalian. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang kalian tidak dapat minta ditunda atau dimajukan sekejap pun.”
Orang-orang kafir berkata: “Kami tidak akan percaya kepada Al-Qur’an ini, juga Taurat dan Injil yang turun sebelumnya.” Wahai Muhammad, sekiranya kelak di akhirat engkau melihat orang-orang musyrik Quraisy berdiri di hadapan Tuhan mereka, pasti engkau menyaksikan sesama mereka saling menyalahkan. Orang-orang kafir yang menjadi pembeo berkata kepada para pemimpin mereka yang mengingkari Al-Qur’an: “Sekiranya di dunia dahulu kami tidak mengikuti ajakan kalian, niscaya kami menjadi orang beriman.”
Para pemimpin yang mengingkari Al-Qur’an itu berkata kepada para pengikutnya: “Setelah Al-Qur’an itu datang kepada kalian, apakah kami yang menyesatkan kalian dari petunjuk Al-Qur’an? Ataukah karena dosa-dosa kalian sendiri, lalu kalian menolak Al-Qur’an?”
Orang-orang kafir pembeo itu berkata kepada para pemimpin mereka yang sesat: “Bukankah kalian di dunia dahulu siang malam membuat tipu daya yang menyuruh kami semua untuk kafir kepada Allah dan menyembah tuhan-tuhan selain Allah.” Para pembeo itu memendam rasa penyesalan tatkala mereka menyaksikan adzab. Kami memasang belenggu-belenggu di atas kuduk orang-orang kafir. Bukankah orang-orang kafir sekarang ini mendapatkan siksa atas dosa-dosa yang telah mereka lakukan di dunia?
Setiap rasul yang Kami kirim ke suatu negeri untuk memberikan ancaman, pasti para pembesar negeri itu berkata: “Kami akan tetap kafir kepada ajaran yang kamu bawa kepada kami dari Tuhanmu.”
Wahai Muhammad, katakanlah: “Hanya Tuhanku yang memegang kendali rezeki. Tuhankulah yang melapangkan atau menyempitkan rezeki bagi siapa saja sesuai kehendak-Nya. Namun sebagian besar manusia tidak memahami kekuasaan Allah untuk mengendalikan rezeki.”
Wahai manusia, harta dan anak-anak kalian sama sekali tidak dapat menjadikan kalian dekat kepada Kami. Orang-orang yang dapat dekat kepada Kami hanyalah orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Di akhirat kelak, orang-orang yang beriman dan beramal shalih akan mendapatkan pahala berlipat ganda atas amal yang mereka lakukan di dunia. Mereka tinggal dengan aman di tempat-tempat tinggi di surga.
Wahai Muhammad, katakanlah: “Tuhanku yang melapangkan atau menyempitkan rezeki bagi hamba-Nya sesuai kehendak-Nya. Harta apapun yang kamu dermakan, pasti Allah akan memberikan gantinya di dunia dan di akhirat. Allah adalah Tuhan sebaik-baik pemberi rezeki.”
Pada hari kiamat, Allah mengumpulkan semua manusia. Kemudian Allah berfirman kepada para malaikat: “Wahai para malaikat, apakah orang-orang musyrik di dunia dahulu menyembah kalian?”
Para malaikat berkata: “Wahai Tuhan, Engkau Mahasuci. Engkau adalah pengawas kami. Bukan mereka yang mengawasi kami. Sebenarnya orang-orang musyrik itu di dunia dahulu menyembah jin. Kebanyakan dari orang-orang musyrik itu beriman kepada jin.”
Pada hari kiamat ini tidak ada lagi seseorang yang dapat menolong atau mencelakakan orang lain. Kami berfirman kepada orang-orang musyrik: “Rasakanlah adzab neraka yang dahulu selalu kalian dustakan itu.”
Ketika ayat-ayat Al-Qur’an yang sudah jelas kebenarannya dibacakan kepada orang-orang musyrik, mereka berkata kepada sesama mereka: “Laki-laki yang membacakan Al-Qur’an ini hanyalah ingin membelokkan kita dari tradisi menyembah tuhan-tuhan selain Allah yang dilakukan oleh nenek moyang kita.” Orang-orang musyrik berkata: “Al-Qur’an yang dibawa laki-laki ini hanyalah kebohongan yang dibuat-buat.” Orang-orang kafir berkata tentang Al-Qur’an yang datang kepada mereka: “Sungguh Al-Qur’an ini benar-benar hanyalah sihir.”
Kami tidak pernah menurunkan kitab suci kepada bangsa Arab sebelum Al-Qur’an ini, sehingga mereka dapat mempelajari isinya. Wahai Muhammad, sebelum kamu, Kami tidak pernah mengirim rasul kepada bangsa Arab untuk menyampaikan ancaman Tuhanmu.
Umat-umat bukan bangsa Arab dahulu Kami binasakan karena mereka telah mendustakan rasul-rasul-Ku. Padahal kekayaan dan kekuatan kaummu tidak mencapai sepuluh persen dari kekayaan dan kekuatan yang Kami berikan kepada mereka dahulu. Mengapa manusia tidak mau memperhatikan adzab-Ku kepada orang-orang yang mendustakan rasul-rasul-Ku?
Wahai Muhammad, katakanlah kepada sekalian manusia: “Aku hanyalah menyampaikan nasehat kepada kalian dengan perintah: ‘Hendaklah kalian tetap teguh mengesakan Allah, ketika sedang berdua atau sendiri.’ Kemudian berpikirlah kalian bahwa Muhammad, sahabat kalian ini sama sekali tidak gila. Muhammad adalah seorang rasul Allah yang memberikan ancaman kepada kalian sebelum datangnya adzab yang amat berat pada hari kiamat.”
Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir Makkah: “Aku tidak meminta upah sedikit pun dari kalian untuk dakwahku ini. Semua upah itu untuk kalian sendiri. Upahku hanyalah dari Allah semata-mata. Allah Maha Menyaksikan semua perbuatan dan perkataan manusia.”
Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang musyrik Makkah: “Sungguh Tuhanku mengalahkan kebatilan dengan hujah-hujah yang benar. Allah Maha Mengetahui semua hal yang ghaib.”
Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir Makkah: “Islam telah datang. Berhala-berhala itu tidak dapat menciptakan sesuatu pun, dan tidak pula sanggup menghidupkan kembali manusia yang telah mati.”
Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir Makkah: “Jika aku sesat, kesesatanku menjadi tanggung jawabku sendiri. Jika aku mendapatkan petunjuk, maka petunjuk itu berasal dari wahyu yang diberikan Tuhanku kepadaku. Sungguh Allah Maha Mendengar lagi Mahadekat kepada hamba-Nya yang taat.”
Wahai Muhammad, alangkah baiknya jika engkau dapat melihat orang kafir saat ia berada dalam ketakutan di hari kiamat. Tidak ada seorang kafir pun yang dapat selamat dari ketakutan di hari kiamat. Mereka semua dicomot dari dekat lalu dilempar ke neraka.
Di akhirat, orang-orang kafir berkata: “Kami sekarang yakin adanya hari akhirat.” Akan tetapi, keimanan mereka tidak lagi berguna bagi mereka di akhirat ini, tempat yang sudah jauh dari dunia.
Orang-orang kafir di dunia dahulu telah mengingkari adanya Allah dan hari akhirat. Di tempat yang jauh dari dunia ini, mereka tidak dapat meraih iman seperti di dunia dahulu.
Orang-orang kafir di akhirat ingin kembali ke dunia untuk beriman dan beramal shalih, namun tertolak. Keinginan mereka itu sama dengan golongan kafir yang ingin bertaubat menjelang ajal. Sungguh, orang-orang kafir selalu hidup dalam keraguan.