7:53
هَلۡ يَنظُرُونَ إِلَّا تَأۡوِيلَهُۥۚ يَوۡمَ يَأۡتِي تَأۡوِيلُهُۥ يَقُولُ ٱلَّذِينَ نَسُوهُ مِن قَبۡلُ قَدۡ جَآءَتۡ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلۡحَقِّ فَهَل لَّنَا مِن شُفَعَآءَ فَيَشۡفَعُواْ لَنَآ أَوۡ نُرَدُّ فَنَعۡمَلَ غَيۡرَ ٱلَّذِي كُنَّا نَعۡمَلُۚ قَدۡ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ وَضَلَّ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ ٥٣
Bukankah orang-orang kafir itu hanya menanti datangnya adzab yang Allah janjikan dalam Al-Qur’an? Ketika datang hari kiamat, hari yang dahulu mereka lupakan, orang-orang kafir itu berkata: “Sekarang terbukti bahwa adanya pahala dan siksa di akhirat yang telah dijelaskan oleh para utusan Tuhan kami dahulu adalah benar. Sekarang adakah orang yang dapat menyelamatkan kami dari adzab Allah, atau membela kami? Atau apakah kami dapat kembali lagi ke dunia, sehingga kami dapat beramal shalih yang dahulu tidak kami kerjakan?” Orang-orang kafir itu benar-benar telah merugikan diri mereka sendiri. Tuhan-tuhan palsu yang mereka sembah di dunia dahulu telah lenyap.