Keutamaan Agama Tauhid · 2:142–152

2:144

قَدۡ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجۡهِكَ فِي ٱلسَّمَآءِۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبۡلَةٗ تَرۡضَىٰهَاۚ فَوَلِّ وَجۡهَكَ شَطۡرَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِۚ وَحَيۡثُ مَا كُنتُمۡ فَوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ شَطۡرَهُۥۗ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ لَيَعۡلَمُونَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّهِمۡۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا يَعۡمَلُونَ ١٤٤

Wahai Muhammad, Kami telah melihat kamu menengadahkan wajahmu ke langit ketika shalat. Lalu Kami palingkan kamu dari menghadap Baitul Maqdis ke arah kiblat yang kamu cintai. Wahai kaum mukmin, hadapkanlah diri kalian ke arah Ka'bah ketika shalat. Di mana pun kalian berada, hadapkanlah diri kalian ke arah Ka'bah. Kaum Yahudi dan Nasrani yang lebih dahulu telah diberi kitab Taurat dan Injil menyadari bahwa perubahan kiblat adalah ketetapan yang benar dari Tuhan mereka. Allah sama sekali tidak lalai mencatat semua perbuatan mereka.

Baca dalam Surah Al-Baqarah →

Tema pada ayat ini